Jumat, 18 Januari 2013

Habibie & Ainun


Habibie & Ainun adalah film yang disutradari oleh Faozan Rizal, yang dirilis serentak di bioskop bioskop di Indonesia pada tanggal 20 Desember 2012. Namun saya sendiri baru sempat nonton film ini tanggal 24 Desember 2012 lalu. Walaupun film sudah beredah selama 4 hari, namum antrian tiket tetap panjang.

Habibi & Ainun, bercerita tentang kisah cinta dan perjalanan hidup yang dialami oleh presiden ke 3 Republik indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dengan alm. Hasri Ainun Habibie.
Film ini diangkat dari novel karya BJ Habibie dengan judul yang sama. Awalnya Novel ini adalah terapi untuk pak Habibie atas meninggalnya ibu Ainun. Habibie begitu terpukul atas meninggalnya Ainun.

Fokus utama film ini menceritakan bagaimana Habibie bertemu dengan Ainun dan akhirnya mengarungi pernikahan selama 48 tahun 10 hari.

Film diawali dengan setting tahun 50 an, digambarkan Ainun adalah gadis muda yang manis, cantik aktif di kegiatan olah raga, dan pintar. Ia dapat menjelaskan secara ilmiah mengapa langit berwarna biru. Di sekolah itupun ada murid laki laki yang pintar bernama Rudi (panggilan untuk Habibie dari orang-orang terdekatnya). Karena mereka sama sama pintar, guru dan teman teman sering menjodoh jodoh kan. Karena sering di-ceng-in sama teman temannya Rudi merasa jengah, dan suatu hari Rudi mendatangi Ainun dan mengatakan “Kamu jelek, hitam dan gendut”. Namun Ainun hanya tersenyum dan tidak marah. Setelah lulus sma, Habibie melanjutkan pendidikannya ke German, dan menjadi mahasiswa muda yang berprestasi.

Pada tahun 1962, Habibie (Reza Rahardian) pulang ke Indonesia karena dia sakit. Di hari terakhir di bulan Ramadhan, Habibie disuruh oleh sang ibu, R.A. Tuti Marini Puspowardojo (diperankan Ratna Riantiarno) untuk berkunjung ke rumah keluarga Besari. Keluarga Besari adalah kerabat dekat keluarga Habibie. Di rumah keluarga Besari ia bertemu dengan Ainun (Bunga Citra Lestari) yang sedang menjahit Mereka sudah tidak bertemu sejak SMA,sekitar selama 7 tahun. Habibie terpana karena Ainun, yang dulu ia bilang jelek, hitam dan gendut, berubah menjadi gadis yang sangat cantik. “Gula jawa sudah berubah menjadi gula pasir.” gumam Habibie. Semacam cinta pada pandangan pertama.

Ainun sudah menjadi dokter, dan banyak sekali pria yang ingin mendekatinya. Mayoritas dari orang berada, punya mobil. Sedangkan Habibie datang menjemput Ainun menggunakan becak. Namun Ainun memilih Habibie. Merekapun akhirnya menikah, dan tinggal di German. Adegan saat Habibie melamar Ainun lah yang menjadi salah satu adegan favorit saya, yaitu Habibie melamar Ainun di atas becak, tanpa candle light ataupun restoran mewah, hanya beberapa kata yang menunjukkan niat dan ketulusan hati Habibie untuk Ainun.

Sebagai pasangan muda yang tinggal di negeri orang, bukan hal yang mudah bagi mereka. Habibie saat itu masih menyelesaikan S3 nya. Ainun yang seorang dokter, tetapi ia tidak bisa mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya karena ia sedang hamil. Kondisi mereka pas pasan untuk tinggal di German. Ada saat saat dimana Ainun hampir menyerah dan ingin pulang ke Indonesia, namun Habibie mampu menyemangati Ainun untuk tetap tegar. Akhirnya Habibie menyelesaikan S3 nya dengan gelar Doktor Ingeneur dengan predikat Suma Cum Laude pada tahun 1965, dan pada tahun 1973 atas permintaan presiden Soeharto, Habibie pulang ke Indonesia untuk membangun Indonesia. 

Salah satu impiannya adalah membuat pesawat sendiri untuk mengembangkan Industri Strategis, mengubungkan antar pulau di Indonesia. Dan impian itu terwujud saat pesawat n250 berhasil diterbangkan pada tahun 1995.

Habibie pun menghadapi era sogok menyogok dari pelaku bisnis yang ingin menang tender, sampai masa nya ia menjadi wakil presiden, dan menjadi presiden Republik Indonesia ke 3. Ainun selalu berada di belakang Habibie untuk mensupport. Ainun paling mengkhawatirkan kesehatan Habibie dan ia selalu memastikan Habibie meminum obat dan istirahat cukup.

Saat keruntuhan ekonomi, IPTN dan tidak lagi mencalonkan diri menjadi presiden, Habibie nampak sedih. karena ia banyak berkorban secara waktu. Tidak berkumpul dengan keluarga, istri dan anak-anak. Ada satu scene yang mikin merinding haru dan menitikkan air mata, yaitu suatu hari di sebuah hanggar tua dalam kawasan IPTN, Bandung, saya kira tahun 2000-an Habibie (Reza Rahadian) bersama istrinya Ainun (Bunga Citra Lestari) menyempatkan diri singgah. Mantan Presiden RI ini menunjukkan sebuah pesawat yang berdebu Gatotkaca N250. Sambil menangis Habibie berkata: Untuk membangun pesawat itu saya kehilangan waktu 30 tahun bersama kamu dan anak-anak. Sungguh begitu besar pengorbanan Bapak BJ Habibie untuk Indonesia.

Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi dari tahun 1978-1998, dan menjadi presiden 1998-1999. Semua waktu yang dikorbankan terasa seperti sia sia. Namun Ainun tetap tersenyum dan memberi dukungan bagi Habibie.

Saat tidak menjabat sebagai presiden, adalah waktunya bagi Habibie menikmati jalan-jalan dan honeymoon dengan Ainun. Hingga Ainun didiagnosa Kanker Ovarium dan harus menjalani perawatan di German. Selama menjalani pengobatan di rumah sakit, Habibie selalu berada di sisi Ainun dan selalu sholat bersama. 

Walaupun pada kondisi sakit parah, yang paling dikhawatirkan Ainun adalah Habibie... apakah suaminya sudah minum obat.. apakah ia sudah istirahat. Habibie terus berada disisi Ainun hingga ia wafat pada tanggal 22 Mei 2010 pada usia 72 tahun, dan dimakamkan di taman makam pahlawan Kalibata pada 25 Mei 2010.

Film ini berdurasi 118 menit cukup lama untuk ukuran film Indonesia. Tapi tidak begitu terasa.. Yang harus diberikan acungan jempol adalah pemeran utama laki-laki pada film ini. Reza Rahardian yang luar biasa penghayatannya dalam film ini.  Dia bagus sekali menghidupkan karakter Habibie, dimana rakyat Indonesia pasti tahu bagaimana Habibie bertutur, gesture tubuhnya.. Dan semuanya ditampilkan oleh Reza dengan baik. Bahkan tone suara nya pun bisa sama. Di akhir film dibacakan puisi untuk Ainun yang dibuat oleh Habibie.

Riset yang dilakukan Reza pasti gila-gilaan dan latihan untuk membuat mimik muka, intonasi suara dan gerak tubuh pasti susah sekali untuk dipelajari,salut lah buat Reza. Kalau dapet piala citra sebagai aktor terbaik lagi, memang dia pantas.. 

Sedangkan untuk Bunga Citra Lestari sebagai Ainun gak bisa dibilang jelek, tapi menurut saya masih kurang megang. Menurut saya ada hal-hal yang cukup mengganggu di Film ini, yaitu terlalu terangnya iklan-iklan produk makanan sampai kosmetik yang sepertinya belum ada di era 90an. Tapi di luar itu semua, film ini begitu menyentuh dan menggambarkan betapa Habibie mencintai Ainun sampai kapanpun.

Satu lagi kekurangan dalam film ini, saat Habibie dan Ainun berusia 70an make up Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari yang memerankan Habibie dan Ainun di masa tua kurang memberikan karakter,. Jadi make upnya kurang dapet. But over all film in memberi inspirasi buat siapa aja yang nonton.
 Ini dia sebuah puisi dari Habibie untuk Ainun yang sukses membuat air mata ini mengalir :'(


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
B.J. Habibie untuk Ainun

Jumat, 14 Desember 2012

5 Cm.

        Akhirnya…dateng juga tanggal 12 Desember 2012. Kenapa saya harus nunggu tanggal 12-12-12, karena ditanggal cantik itu tepat premier sebuah film..” Film yang pastinya ditunggu-tunggu oleh banyak masyarakat, terutama yang udah pernah pernah baca novel dengan judul yang sama karya Donny Dhirgantoro yang bulan Desember ini udah masuk cetakan ke 25 (keren ya??hehe). Yups, that’s “5 Cm.” 17 Agustus di puncak tertinggi Pulau Jawa, 5 sahabat, 2 cinta, sebuah mimpi merubah segalanya.




          Let’s cek my review..!!!
          Film ini menceritakan tentang 5 sahabat yang udah menjalin pertemanan selama belasan tahun. Arial, Riani, Zafran (Cowo paling keren menurut saya,hehe), Genta dan Ian. Kita ulas satu persatu tokohnya ya..
          Arial (Denny Sumargo), cowok atletis yang selalu tampil rapi dan simple. Arial adalah sosok yang tenang, asik, cool, jarang bercanda tapi kalo tertawa paling keras sehingga membuat suasana jadi ramai.
Riani (Raline Shah), gadis cantik, cerdas dan mengutamakan prestasi. Pribadi yang memiliki karisma, selalu dominan dimana-mana, cerewet dan tidak mau kalah dengan siapapun juga. Riani seorang aktivis kampus yang gemar membaca dan banyak belajar. Dia juga suka berdebat. Satu lagi kebiasaan Riani yang cukup unik, kalo ada salah satu dari mereka makan mie instan (Seringnya sih si Ian yang makan) Riani pasti minta kuahnya (lucu ya..)
Zafran (Herjunot Ali), zafran termasuk orang yang pandai membuat puisi, pintar. Zafran punya kelakuan yang berantakan . Zafran adalah orang yang akan bilang apa saja yang ingin dia bilang dalam bentuk puisi. Puitis banget deh ni tokoh, dan dia juga vokalis band lho.
Ian (Igor Saykoji), Ian adalah tokoh yang gila bola,terutama club Manchester United. Karena club bola itulah dia rela mati-matian buat lulus kuliah dengan ngejar skipsinya agar bias kuliah di Menchester seperti yang dijanjikan Ayah Ian. Dia juga senang tantangan dan suka makan terutama indomie. Selain itu, Ian juga gemar mengoleksi film orang dewasa (17tahun ke atas). Satu lagi, dia ngefans banget sama Happy Salma.
Genta (Fedi Nuril), Genta adalah pemimpinnya. Genta adalah orang yang peduli terhadap orang lain, ia lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri. Genta adalah sosok yang baik, seorang aktivis kampus. Dia sangat dikagumi teman-temannya. Meskipun banyak yang naksir sama Genta, tapi mata Genta hanya menuju satu wanita, ya..Genta begitu menyukai Riani.
          Dalam Film ini, dicritakan kalo mereka baru lulus kuliah tapi Cuma Ian yang gagal lulus skripsi. Pada suatu hari mereka merasa jenuh dengan persahabatan yang telah terjalin selama belasan tahun. Terbersit ide untuk vakum sementara waktu, Genta mengusulkan supaya mereka tidak boleh bertemu ataupun berkomunikasi selama 3 bulan. Semua setuju walaupun pada awalnya Riani merasa sangat keberatan dengan keputusan itu. Namun dibalik keputusan tersebut, Genta ingin agar mereka dapat mengejar cita-cita yang lain, mimpi-mimpi yang lain, dan pastinya teman-teman yang lain selain anggota persahabatan tersebut.
          Genta berjanji, tepat pada akhir perpisahan sementara itu dia akan membawa sahabat-sahabatnya ke suatu tempat dimana mereka tidak akan pernah bisa melupakannya. Penasaran, pastinya..tapi Genta tetap merahasiakannya hingga tiba saatnya nanti.
          Selama para sahabat ini tidak bertemu dan berkomunikasi, mereka menjalani kehidupan mereka masing-masing. Arial berhasil punya pacar. Zafran bergerilya mendekati Arinda (Adik Arial) yang sifatnya datar. Genta yang sukses kariernya di bidang EO. Ian yang akhirnya berhasil lulus skripsi setelah kuliah 6 tahun. Dan Riani yang bekerja di salah satu stasiun TV.
          Hingga suatu hari, Genta mengirim sebuah pesan ke para sahabatnya untuk bertemu di sebuah stasiun pada tanggal 14 Agustus, tepat 3 bulan setelah mereka berpisah. Semua bertanya-tanya akan dibawa kemana oleh Genta. Arial mengajak Arinda adiknya. Semua sudah berkumpul kecuali Ian. Saat kereta sudah berjalan baru tampak Ian dan susah payah dengan tubuhnya yang “gembul” berlari mengejar kereta, namun akhirnya berhasil juga.
          Salah satu adegan yang saya suka adalah saat kebersamaan mereka di dalam kereta, seandainya saya punya sahabat yang begitu saling menyayangi satu sama lain, maka dunia akan terasa begitu indah :). Perjalanan Jakarta-Malang ditempuh lebih dari 12 jam. Begitu pagi tiba, Zafran mengajak Arinda menikmati udara pagi di pintu kereta. So sweet mirip adegan Jack & Rose di film Titanik menurut saya, tapi bedanya Jack & Rose di atas kapal sedangkan Zafran dan Arinda di kereta,hehe.
          Siang harinya mereka tiba di stasiun Malang, dan langsung melnjutkan perjalanan dengan mobil Jeep terbuka sambil melihat pemandangan alam yang asri di sepanjang perjalanan. Saat semua masih penasaran dengan tujuan perjalanan itu, tiba-tiba mobil berhenti sejenak. Di hadapan Gunung Semeru, Genta menjelaskan pada semua bahwa gunung tersebutlah tujuan mereka. Riani sempat takut dengan medan yang akan mereka tempuh nantinya, tapi Genta berjanji perjalanan ini adalah perjalanan yang tak akan pernah mereka lupakan.

 
          Saat adegan di sini, ada quote yang saya suka,
”…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu. Dan…sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa…percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu”.
          Akhirnya mereka tiba di pos pendaftaran pendakian. Setelah mendaftar mereka melanjutkan perjalanan sebentar untuk menuju lokasi tempat mendirikan tenda di Ranupani. Ceritanya saat itu sudah malam. Keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ranu kumbolo, surganya Semeru.


          Satu lagi adegan lucu di sini, saat Genta memberitahu bahwa tanjakan yang akan mereka lalui adalah tanjakan cinta,tanjakan yang bisa membuat harapan kita tentang cinta terkabul jika kita berhasil melewati tanjakan tersebut tanpa menoleh kebelakang. Zafran dan Ian begitu bersemangat melewati tanjakan tersebut dengan harapan Ian bisa mendapatkan cinta Happy Salma, dan Zafran bisa  mendapatkan cinta Arinda. Lucunya adalah saat Genta tidak sengaja memanggil mereka berdua dan mereka berdua menoleh ke belakang kea rah Genta. Teringat kata-kata Genta yang melarang menoleh ke belakang, Ian dan Zafran yang tersadar sudah menoleh ke belakang berhenti di tengah tanjakan dan saling menyalahkan.
          Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke pos terakhir sebelum benar-benar mendaki puncak Semeru. Saat melewati Kali Mati, hujan abu vulkanik adalah hal yang wajar ditemui mengingat Gunung Semeru masih aktif. Tiba di pos mereka segera mendirikan tenda dan harus tidur jam 09.00 malam. Karena jam 02.00 pagi mereka semua harus sudah siap untuk pendakian yang sesungguhnya menuju puncak Semeru. Ini perjalanan yang tidak mudah mengingat suhu di sekitar puncak bisa mencapai 0º Celcius, mereka harus terus bergerak dan tidak boleh terlalu lama berhenti. Namun ketika mereka tersadar, Arial hilang dari barisan mereka. Ternyata Arial terkena Hypotermia, di sini kita akan melihat kekompakan sahabat. Mereka semua memeluk Arial agar ia merasa lebih hangat. Akhirnya Arial mampu melanjutkan perjalanan.
          Pagi 17 Agustus mereka masih di jalur pendakian menuju puncak Semeru, matahari bersinar begitu indah. Namun saat mereka hendak melanjutkan pendakian, tiba-tiba longsoran batu berjatuhan dari atas. Semua berusaha menghindar, namun malang nasib Arinda dan Ian, tubuhnya terhantam batu yang cukup besar. Arinda terluka di bagian telinga,sedangkan Ian pingsan, Genta mencoba memberikan petolongan pertama, memberi nafas buatan kepada Ian, namun Genta merasa tak sanggup menyelamatkan nyawa Ian. Semua bersedih menangisi sahabat mereka, namun ketika Zafran berteriak memanggil Ian karena saking sedihnya, tiba-tiba Ian tersadar. Lucu ya, dikasih nafas buatan ngga sadar-sadar, giliran diteriakin sadar,hehe.
          Perjalanan berlanjut menuju surga di atas awan. Mereka berhasil mendaki Gunung Semeru, gunung tertinggi di pulau Jawa. 17 Agustus di atas Puncak tertinggi Pulau Jawa, mereka mengibarkan bendera Merah Putih sebagai lambang kecintaan mereka terhadap Negeri ini, Negeri yang telah banyak memberikan mereka air, mengijinkan tanahnya untuk dipijak. Saat adegan ini, adalah adegan yang sangat mengharukan, dimana mereka satu persatu menyatakan rasa cinta mereka terhadap negeri ini dan juga kepada sahabat mereka. Semua perjuangan pendakian memperoleh hasil yang sangat menakjubkan. Keindahan Puncak Semeru pagi hari, bagaikan berada di atas awan.
          Setelah menuruni puncak, mereka kembali ke Ranu Kumbolo dan mengungkapkan rasa terimakasih mereka kepada Genta dengan menceburkan Genta ke dalam danau, yang disusul satu per satu dari mereka menceburkan diri ke danau. Malam harinya mereka bermalan di Ranu Kumbolo, saat semuanya sudah masuk tenda, Genta dan Riani masih di depan api unggun sambil menikmati secangkir kopi dan ribuan bintang yang menghiasi malam Ranu Kumbolo.
           Ada satu hal yang tak terduga, ketika malam gelap dan saat semua kelelahan, Genta menumpahkan semua perasaannya terhadap Riani yang selama ini ia kagumi. Ada hati yang terluka, Bukan hanya Genta yang kecewa karena ternyata Zafranlah yang dikagumi Riani tapi Arinda juga kecewa karena laki-laki yang diincarnya (Genta)menyukai Riani. Pastinya Zafran juga terkejut saat mendengar namanya disebut Riani sebagai lelaki yang dikagumi Riani. tak mengira selama ini memuji Arinda di depan Riani telah melukai Riani. satu persatu mulai terbuka hingga berakhir dengan kisah yang bahagia.
          Akhir cerita, Arial melamar Indy kekasihnya di sebuah restaurant dengan cara yang romantis, Genta yang bisinisnya sukses,dengan kecintaanya terhadap cafe dia membuat kantor dan Café yang menyatu, Riani menikah dengan Zafran dan mempunyai seorang anak laki-laki, Ian menikah dengan Happy Salma yang juga mempunyai seorang anak laki-laki, dan saat Genta mengunjungi rumah Arial dan Arinda ternyata Genta mulai menyukai Arinda. Semua berakhir dengan indah dan bahagia.
          Dan akhirnya film ini berhasil membuat saya memimpikan bermalam di Ranu Kumbolo bersama sahabat yang kini telah disibukan dengan kegiatannya masing-masing. Namun dari hati yang terdalam, saya sangat merindukan mereka.

Senin, 10 Desember 2012

Alasan Kenapa Cincin Nikah Ada di Jari Manis

        Cincin sering kali dijadikan sebagai simbol untuk mengatakan bahwa seseorang sudah menikah. Cincin pernikahan akan selalu terpasang di jari manis suami atau istri. Lalu kenapa cincin pernikahan itu harus ada di jari manis, apa alasannya? Ternyata selain karena kebiasaan, pemasangan cincin pernikahan di jari manis juga mempunyai alasan lain juga lho. Mau tau alasannya?

Coba kamu ikuti baik-baik permainan berikut: Langkah pertama, satukan kedua telapak tangan kamu dengan keadaan jari tengah ditekuk ke dalam seperti gambar berikut ini.


Hal aneh akan terjadi, ada 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak bisa lepas.
 a. Cobalah untuk membuka Ibu Jari teman-teman. (bisa dibuka/dilepas) Ibu jari yang mewakili orang tua dalam kehidupan kamu akan mudah terlepas. Karena manusia akan mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
 b. Tutup kembali Ibu Jari kita. Kemudian buka jari telunjuk kita. (masih bisa dibuka) Sama seperti sepasang Ibu Jari, Jari Telunjuk juga akan mudah terpisah dari pasangannya. Jari telunjuk di sini mewakili kakak dan atau adik kita. Mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
 c. Tutup kembali jari telunjuk kita, kemudian buka jari kelingking. (masih bisa terlepas) Jari kelingking yang mewakili anak-anak akan mudah terbuka. Itu sama artinya cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.
 d. Tutup jari kelingking kita, bukalah jari manis. (susah untuk dibuka/dilepas)
 Jari manis menjadi tempat di mana kita menaruh cincin pernikahan. Apa yang terjadi? Bisakah 1 pasangan jari kelingking kamu dibuka atau dipisahkan?
 Pasangan jari manis mewakili suami dan istri (pasangan hidup). Kamu pasti tidak bisa memisahkan pasangan jari manis itu, karena selama hidup suami dan istri akan terus melekat satu sama lain. Nah dari permainan itu, kita bisa tahu alasan mengapa cincin pernikahan harus di pasang di jari manis. Sekarang saatnya teman-teman praktekin sendiri dan lihat apa yang akan terjadi dengan pasangan jari manis kamu. icon smile Berikut Alasan Kenapa Cincin Nikah Ada di Jari Manis.



Sumber : http://ciricara.com/2011/12/27/berikut-alasan-kenapa-cincin-nikah-ada-di-jari-manis/

Rabu, 05 Desember 2012

Tanah Surga,...Katanya

Mungkin Film ini sudah tidak beredar di bioskop-bioskop, tapi tidak ada salahnya kalau kita review ulang ya :)

Dari Judulnya cukup menarik menurut saya, dan setelah menonton film ini, begitu banyak emosi yang tercipta.
Oke kita ulas satu persatu

 Adegan dibuka dengan gambar indah sosok lelaki tua mengayuh sampan di keremangan senja. Sosok itu adalah Kakek Hasyim (Fuad Idris) bersama dua cucunya, Salman (Osa Aji Santoso) dan Salina (Tissa Biani Azzahra). Mereka tinggal di perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) - Malaysia.
 Kakek Hasyim yang begitu mencintai Indonesia dengan semangat tak pernah luntur dia bercerita kepada cucunya (Salman) tentang bagaimana perjuangan melawan Malaysia dulu.

 Problematika kemelaratan yang ironis di perbatasan digambarkan begitu mendalam. Salah satunya tentang sosok ibu guru Astuti (Astri Nurdin) yang begitu berdedikasi mengajarkan anak-anak muridnya dengan fasilitas sangat terbatas dengan terbaginya satu ruangan menjadi 2 kelas, yaitu kelas 3 dan kelas 4.
 Hal yang membuat miris adalah ketika siswa kelas 3 diminta menggambar bendera Pusaka Merah Putih, sebagian besar siswa-siswa tidak tau bagaimana bentuk Sang Saka.

 Konflik indetitas pun terjadi ketika Haris (Ence Bagus) duda beranak dua berupaya mengajak kedua anaknya Salman dan Salina dan ayahnya Hasyim untuk pindah ke Malaysia yang di matanya adalah surga. Di sana dia mengklaim sudah punya kedai bahkan sudah menikahi seorang wanita Malaysia. Namun Hasyim mantan sukarelawan Indonesia yang terlibat dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia 1960-an silam menampik mentah-mentah. Namun akhirnya hanya Salina lah yang ikut ayahnya pindah ke Malaysia.

 Kehadiran Dokter Anwar atau yang lebih dikenal dengan Dokter Intel dikagetkan dengan tidak dianggapnya Rupiah sebagai mata uang Indonesia, karena di sana penduduk lebih sering menggunakan Ringgit karena dianggap lebih mudah untuk bertransaksi di pasar Malaysia. Dan ketika dirinya diminta untuk menggantikan Ibu Astuti mengajar karena Ibu Astuti harus ke Kota untuk mengambil gaji, Dr. Anwar pun dikejutkan lagi oleh siswa-siswa SD yang tidak tahu Lagu Kebangsaan mereka sendiri. Menurut anak-anak di sana lagu kebangsaan mereka adalah Lagu "Kolam Susu".

 Suatu hari Kakek Hasyim mengalami sakit di dadanya. Ketika diperiksa oleh Dokter Anwar, kondisi Kakek Hasyim sudah parah dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Sedangkan biaya menuju rumah sakit saja sudah begitu mahal bagi mereka. Hal ini yang membuat Salman merasa bertanggung jawab untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk membawa kakeknya ke rumah sakit.

 Banyak adegan yang menyentuh bagi mereka yang punya hati untuk bangsa ini. Saya tersentuh ketika Salman berkeras menebus bendera Merah Putih yang dipakai kain pembungkus barang seoarng penduduk pribumi di kawasan Malaysia dengan kain sarung. Bendera itu kemudian di bawahnya sambil berlari ke negerinya diiringi lagu Tanah Air-nya Ibu Sud.

 Kemudian ada adegan dimana Kepala Dinas akan datang ke desa. Para siswa mempersiapkan berbagai pertunjukan, salah satunya Salman yang akan membacakan Puisi. Ini adalah salah satu adegan yang saya suka, ekspresi kejujuran Salman membacakan puisinya.

Bukan lautan hanya kolam susu katanya
Tapi kata kakekku hanya orang kaya yang minum susu
Tiada badai tiada topan yang kau temui
kain dan jala cukup menghidupimu
Tapi kata kakekku ikannya diambil negara asing
ikan dan udang menghampiri dirimu..katanya
Tapi kata kakekku ssh..ada udang di balik batu
Orang bilang tanah kita tanah surga..katanya
Tapi kata dokter Intel yang punya surga hanya pejabat-pejabat…
 
 Puisi yang dibacakan Salman menghentak di tengah seremoni kunjungan para pejabat di sebuah desa terpencil di Kalimantan Barat dekat perbatasan Malaysia. Wajah pejabat (yang diperankan oleh Deddy Mizwar ) begitu gusar namun berupaya menyembunyikan ketersinggungannya. Puisi itu adalah pesan film besutan Herwin Novianto dan diproduseri oleh Deddy Mizwar bersama Gatot Brajamusti.
  Intinya negara tidak saja gagal menjamin kebutuhan dasar masyarakat, tapi juga lalai membangun identitas kolektif bernama bangsa di daerah perbatasan. Hidup di perbatasan Indonesia Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih didominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
 
 Namun adegan yang paling menyedihkan ialah ketika Haris bersorak-sorak bersama ratusan warga Malyasia menyaksikan kesebesalan itu menekuk Squad Garuda, di seberang sana Hasyim menghembuskan nafasnya terakhir dalam perjalanan yang sulit ke rumah sakit dengan perahu di antar Anwar, Salman dan Astuti. Sementara Salina menggambar Haris, dia, Salman dan Kakeknya berdiri tegak dengan bendera Merah Putih di depan sebuah rumah.Salina tetap mencintai Indonesia
"Dalam keadaan apa pun jangan kehilangan kecintaan pada negeri ini", itulah pesan Kakek Hasyim kepada Salman sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Selasa, 20 November 2012

Menghampiri Jakarta

   Setelah lelah berkutat di depan komputer dengan segudang data yang harus di rapikan, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan kesejukan dan keindahan Bandung untuk sejenak.

   Jakarta, tujuanku sore itu. Kenapa aku memilih Jakarta? Alasannya adalah, dengan waktu yang singkat dan uang yang tak terlalu banyak, serta banyak keluarga di sana. Selain refreshing juga tetap menjaga silaturahmi. :)

   Tiba di tujuan (Rumah Nenek) memang sudah malam, dan  tanpa basa basi langsung ku rebahkan badanku ke atas kasur yang tak terlalu empuk, tentu setelah menikamti segelas teh hangat buatan Nenek tercinta. Tak terasa akhirnya aku terlelap dengan sedikit gangguang nyamuk-nyamuk nakal.

  Keesokan harinya, ku awali hari dengan mengunjungi pasar untuk berbelanjar sayur bersama salah satu bibi (Sepupu Ibu). Dan apa yang kami beli saat itu? Benar saja, sayur asem, ikan asin dan tentu saja tempe serta bahan sambal.

  Singkat cerita, setiba di rumah nenek langsung kulangkahkan kaki menuju kamar mandi. Bersih sudah badanku makanan pun sudah siap, selanjutnya adalah menikmati makan dalam rasa Betawi. :)

   Siang hari yang panas kami isi dengan senda gurau dan tak lupa, ber-exis-ria.



Nenek a.k.a Emak

  *Kalo mao ngambil foto Babah (sapaan untuk Kakek), jangan ampe die tau.(saran Nenek/Emak dengan logat betawi kental)

  dan ini hasil candid-ku. 


Kakek a.k.a Babah


   Sebagian keponakan yang tidak mau ketinggalan berpose.


Sebagian kepoanakan


   Dan pada akhirnya setiap pertemuan pasti ada akhirnya, keceriaan dan kehangatan yang terlahir dari waktu yang singkat itu harus berakhir. Semua harus kembali pada rutinitas seperti biasanya.
   Selamat tinggal Jakarta, selamat tinggal nenek, Kakek serta semua kerabat yang tak sempat aku kunjungi satu persatu.
   Always Love & Miss you ;-*